Kuliah di Jerman, Berkarir Selama 20 Tahun, Mengelola Toko Online “Eben Haezer” di Usia Senja

Berbekal pengetahuan di bidang teknologi informatika yang digelutinya selama 20 tahun, Liem Lie Wie sukses membawa toko “Eben Haezer” ke dalam jajaran top seller di salah satu marketplace terbesar Indonesia, Bukalapak. Alumnus Fakultas Teknik Elektro sebuah universitas di Jerman ini tak segan memulai bisnis online sebab melalui kacamatanya, ia melihat peluang bisnis di dunia maya yang saat ini sangat besar. Berikut petikan wawancara Netpreneur dengan pria yang kerap disapa “Pak Liem” ini.
Netpreneur (N): Produk apa yang dijual Pak Liem?
Liem (L): Saya menjual ponsel, smartphone, tablet, serta aksesori seperti memori dan modem. Intinya, semua perlengkapan ponsel dan komputer. Di era digital seperti sekarang, perusahaan penghasil komputer pasti juga memproduksi smartphone atau tab. Jadi, toko saya menjual ponsel, komputer, dan perlengkapannya.
N: Bagaimana cerita awal Pak Liem memulai bisnis wirausaha?
L: Saya memiliki pengalaman bekerja di bidang teknologi informatika selama 20 tahun. Saat itu, saya dipercaya untuk mengelola beberapa portal besar. Karena satu dan lain hal, akhirnya ada portal yang harus ditutup. Kebetulan, saya memiliki kios di pusat perbelanjaan Jakarta Barat. Karena memang hanya untuk berinvestasi, kios tersebut tidak saya gunakan. Pihak manajemen pusat perbelanjaan itupun mengabarkan, pemilik kios yang tidak menggunakan kiosnya akan didenda. Akhirnya, tahun 2005 saya membuka bisnis ini seadanya saja, hanya agar kios ini terpakai.
N: Mengapa Pak Liem akhirnya memutuskan untuk berbisnis di ranah online?
L: Tahun 2011, saya melihat bahwa peluang bisnis online kini sangat besar. Saya pun melakukan riset tentang beberapa marketplace besar yang ada di pasar bisnis online Indonesia. Dari riset tersebut, saya menemukan satu marketplace yang fitur-fiturnya sangat cocok, bermanfaat, dan menguntungkan bisnis saya. Akhirnya, saya memutuskan untuk berdagang secara aktif di marketplace tersebut hingga detik ini.
N: Adakah keuntungan yang didapat dari berbisnis secara online?
L: Banyak keuntungan yang saya dapatkan saat berbisnis online. Saya mendapatkan pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Kalimantan, Aceh, NTB, bahkan Papua. Pelanggan yang tinggal di daerah pelosok ternyata mengalami kesulitan mendapatkan barang atau produk yang diinginkan. Kalaupun ada, pasti barang tersebut harganya sangat mahal. Mereka pun memilih untuk berbelanja secara online.
N: Kendala apa yang Pak Liem temui ketika baru merintis bisnis online?
L: Kendala utama yang saya alami di awal bisnis online ini adalah membangun kepercayaan pembeli. Ketika berbelanja secara offline, pembeli bisa melihat barang secara langsung. Sementara saat berbelanja online, hanya fotolah yang dilihat pembeli. Membangun kredibilitas di mata pembeli adalah kendala utama di masa-masa awal bisnis ini didirikan. Bahkan, empat puluh hari pertama, tidak ada transaksi sama sekali di toko saya.
N: Bagaimana cara mengatasi kendala tersebut?
L: Saat itu, saya menanganinya dengan membuat sesuatu yang baru, yang belum pernah dilakukan pebisnis online lain. Menggunakan pengetahuan saya di bidang teknologi informatika, saya melakukan inovasi yang bisa membuat konsumen percaya kepada saya. Saya melakukan semacam pameran online di website. Dengan begitu, konsumen melihat bahwa toko saya mencoba untuk melakukan sesuatu yang beda. Karenanya, ia akan berbelanja di toko saya. Ketika transaksi telah terjadi, selanjutnya tidaklah sulit. Pembeli akan menceritakan pengalaman berbelanjanya di toko saya dari mulut ke mulut. Akhirnya, angka penjualan pun meningkat.
N: Bagaimana cara membangun kredibilitas toko online di mata konsumen?
L: Satu-satunya cara adalah dengan 100% berdagang secara jujur. Kredibilitas bisa dibangun seandainya penjual berdagang benar-benar secara jujur. Banyak penjual tahu bagaimana cara berjualan secara jujur. Hanya saja, tidak semua penjual mau melakukannya. Inilah yang membuat konsumen sulit percaya kepada sebuah toko online.
N: Per hari, berapa banyak transaksi yang terjadi di Eben Haezer?
L: Melalui marketplace yang saat ini saya gunakan, rata-rata ada 10 hingga 15 transaksi per harinya. Kisaran harga per produk antara ribuan rupiah hingga lebih dari Rp 10 juta. Sebagian besar jenis produk yang dibeli pembeli tiap harinya adalah ponsel.
N: Berapa persentase pendapatan dari penjualan secara online dan offline?
L: 25% pendapatan bisnis saya didapat dari transaksi di marketplace yang saat ini saya gunakan secara aktif.
N: Dari mana Pak Liem memasok barang untuk dijual?
L: Saya adalah dealer dari beberapa merek ponsel dan komputer. Untuk merek-merek lainnya, saya mengambil produk dari distributor secara langsung.
N: Bagaimana Pak Liem berkompetisi dengan penjual lain?
L: Harga jual memang merupakan pertimbangan penting saat pembeli memutuskan berbelanja di sebuah toko online. Namun, bukan itulah yang utama. Kepercayaan pembeli kepada toko online adalah hal yang membuat konsumen lebih memilih untuk berbelanja di satu toko online dibanding toko lainnya. Kembali, kredibilitaslah yang menentukan apakah kita unggul bersaing dengan kompetitor atau tidak.
N: Tanggapan mengenai maraknya penipuan online?
L: Inilah alasan terbesar mengapa membangun kredibilitas toko online sulit. Banyak penjual online yang melakukan praktek penipuan. Yang perlu diingat, tidak hanya penjual yang banyak melakukan penipuan. Pada banyak kasus, penipuan online dilakukan oleh pembeli. Pembeli mengaku telah mentransfer pembayaran dan meminta penjual mengirim barang secepatnya. Karena tidak mau membuat pembeli kecewa, penjual pun segera mengirimkan pesanan. Ternyata, diketahui kemudian bahwa si pembeli belum mentransfer uang ke rekening penjual. Jadi, penipuan online tidak hanya dilakukan oleh penjual, melainkan juga oleh pembeli. Kedua belah pihak harus berhati-hati.
N: Media online apa saja yang Pak Liem gunakan untuk berbisnis?
L: Selain berjualan di marketplace, saya juga memiliki fanpage di Facebook. Namun, fanpage itu bukan media pemasaran. Saya menggunakannya untuk memberikan nilai tambah toko online saya di mata konsumen, misalnya dengan menulis artikel terkait informasi produk terbaru, informasi mengenai penipuan-penipuan online di bidang bisnis yang saya geluti, dan lain sebagainya. Fanpage bukan untuk berjualan, melainkan sebagai pusat informasi bagi pelanggan.
N: Ada filosofi khusus dalam berbisnis?
L: Saya memiliki satu prinsip dalam berbisnis. Tujuan berbisnis memang untuk mendapatkan uang. Namun jika hanya berorientasi pada keuntungan, kita justru tidak akan sukses. Kepuasan pelanggan lebih penting daripada profit. Saya selalu berusaha untuk membuat pembeli merasakan sebuah keuntungan saat berbelanja di toko saya.
N: Apa cerita di balik nama “Eben Haezer”?
L: Singkat cerita, “Eben Haezer” adalah nama batu yang disebut dalam kitab suci agama yang saya anut. “Eben Haezer” merupakan sebuah batu peringatan sebagai tanda pertolongan Tuhan. Ketika hendak memulai bisnis, saya bingung memilih nama toko yang tepat. Isteri saya berdoa kepada Tuhan agar memberi petunjuk. Suatu hari ketika mendengar khotbah, nama “Eben Haezer” disebut berkali-kali. Saat itu, saya dan isteri saya yakin bahwa nama itulah yang tepat bagi toko saya. Secara umum, “Eben Haezer” berarti sampai di sini Tuhan menolong kita. Dalam menjalankan bisnis pun, saya yakin bahwa apa yang saya dapat dari bisnis saya, itu karena pertolongan Tuhan.
N: Apa strategi berbisnis di marketplace?
L: Penjual harus jeli memahami fitur dan melihat masa depan marketplace tersebut. Jika fitur, sistem, dan manajemen yang ada di marketplace tersebut baik, teruslah aktif berjualan di sana meski belum ada transaksi di minggu-minggu pertama. Seperti yang saya ceritakan tadi, saya tetap aktif berjualan meski tidak mendapatkan penjualan di empat puluh hari pertama sebab saya yakin, marketplace tempat saya berdagang ini bagus. Terbukti, sampai hari ini angka penjualan saya di marketplace tersebut baik. Sebaliknya, jika penjual menilai bahwa sistem dan manajemen sebuah marketplace buruk, segera tinggalkan dan cari marketplace lain yang sistemnya lebih baik. Jangan membuang-buang waktu menunggu pembeli di marketplace yang fitur dan masa depannya tidak menjanjikan.
N: Ada media berjualan lainnya selain marketplace?
L: Saya baru akan mulai berjualan di website saya sendiri dalam waktu dekat. Rencana pembuatan website telah dilakukan, saya akan mulai aktif menggunakannya pekan ini. Saya tetap akan aktif berjualan di marketplace. Membuka website sendiri saya anggap sebagai back-up seandainya sesuatu yang buruk terjadi pada marketplace yang saya gunakan suatu hari nanti. Jadi, pelanggan setia saya tidak kehilangan channel untuk berbelanja.
N: Tips memulai bisnis online?
L: Kesuksesan bisnis online tergantung seberapa banyak waktu yang mau dihabiskan penjual untuk merencanakan bisnis. Sama halnya ketika saya hendak memulai bisnis online, saya meneliti marketplace-marketplace yang ada. Lakukan riset mana marketplace yang menurut penjual paling baik dan paling cocok bagi bisnisnya. Pelajari setiap kebijakan dan fitur yang berlaku di dalamnya. Jangan lewatkan satu page pun agar penjual benar-benar memahami sistem di marketplace tersebut. Setelah itu, baru penjual bisa mulai berdagang di marketplace itu. Selain itu, alternatif menjalankan bisnis dropship juga bisa dilakukan oleh penjual pemula.
N: Apa rencana jangka panjang Eben Haezer?
L: Saya memberikan kesempatan bagi orang lain untuk magang di tempat saya. Saat ini, karyawan magang terbuka untuk lulusan SMA atau SMK. Ada beberapa lulusan D3 yang juga ingin magang di toko saya. Ke depannya, saya memiliki rencana membuat satu program yang mendidik para lulusan S1 untuk magang di toko saya. Tujuannya, agar para lulusan S1 ini bisa mempelajari teknik entrepreneurship. Rencananya, saya ingin mendidik lulusan S1 ini agar tertarik menjadi seorang entrepreneur. Selepas magang, saya membebaskan mereka untuk bekerja di tempat lain, atau terus menjadi karyawan di tempat saya.

Channels:
Toko Eben Haezer Net
Facebook Fanpage Eben Haezer
Twitter Eben Haezer
Previous
Next Post »
Thanks for your comment